GOARGOAR NI PARTUTURAN

   Banyak istilah atau panggilan orang batak yang masih banyak yang belum mengerti umumnya bagi kaum muda yang lahir dan besar di tanah Perantauan, tetapi itu sangat penting untk bisa diingat-ingat serta dapat diterapkan didalam istilah dan panggilan di Adat atau sehari-hari agar bagi mereka yang kurang mengerti atau kurang mengetahui tidak lagi di bilang “Dang Maradat Ibana” jadi demikianlah awal dari dimuatnya istilah Panggilan di Halak Batak yaitu :

1. Kalau Laki-laki (Baoa) :

  – ” Amang ”   untuk Panggilan Orang Tua kita atau yang dituakan serta Istri kita memanggil bapak kita (mertuanya laki-laki)

   – ” Amangtua” untuk panggilan semua abang bapa kita bisa juga dari parparibanon

  – ” Amanguda ” untuk panggilan semua adik bapa kita bisa juga dari Parparibanon

  –” Haha (ng), Angkang “ Panggilan untuk abang kita atau anak amangtua kita, biasanya sering kita sebut ” Angkang “

  – ” Anggi “ panggilan untuk adik laki-laki  kita

  – ” Hahadoli ” umumnya panggilan, adik laki-laki mempunyai istri, jadi Istrinya  memanggil abang dari suaminya dengan panggilan “Hahadoli”

  – ” Anggidoli ” panggilan untuk adik bisa juga dari partuturan sianggiat adik dari tuturan tarombo

  – ” Ompung ” panggilan untuk Kakek atau Nenek , ” Ompungdoli ” untuk kakek kita atau ” Ompungboru” panggilan untuk Nenek kita

  – ” Amang Mangulahi ” kita memanggil  untuk bapaknya ” Ompung Kita”

  –  ” Ompung Mangulahi ” kita biasa untuk memanggil Ompungni Ompung kita

 

2. Kalau Perempuan (Ina) :

  – ” Inang ” panggilan untuk Ibu kita atau Istri Kita memanggil Ibu kita (mertuanya Perempuan)

  – ” Inangtua ”  panggilan untuk istrinya abang bapak kita atau yang marpariban dengan bapak kita

  – ” Inanguda ” panggilan untuk istrinya adik bapak kita

  – ” Angkangboru ” panggilan untuk istrinya abang kita

  – ” Anggiboru ” panggilan abang laki-laki kepada istri adiknya atau bisa juga dipanggil ” Inang “

  – ” Angkangboru ” panggilan kepada istrinya abang kita

 

3. Hula-hula ( Tulang ) :

  – ” Simatua Doli ” panggilan untuk mertua laki-laki dari suami atau istri kita

  – ” Simatua Boru ” panggilan untuk mertua perempuan dari suami atau istri kita

–         “ Tunggane “ atau bisa juga “ Lae “ panggilan untuk Kakak atau Adik laki-laki dari Istri kita

–         ” Inang Bao ” panggilan untuk Istrinya ”Tunggane ” / ” Lae ” dan kebalikanya Inang Bao kita memanggil kita ” Amang Bao ”

–         ” Tulang Na Poso ” panggilan untuk Anak dari ” Tunggane ” / ” Lae ” kita

–         ” Nantulang Na Poso ” panggilan untuk istrinya anak dari ” Tunggane ” / ” Lae ” kita

–         ” Tulang ” panggilan untuk kakak atau adik laki-laki dari Ibu/mama kita

–         ” Nantulang ” panggilan dari istri ” Tulang ”

–         ” Tulang Rorobot ” panggilan kepada Tulang dari Ibu / Mama Kita

–         ” Tulang Rorobot ” panggilan untuk semua hulahula ni hulahula

–         ” Bonatulang ” Manang ” Bonahula ” terutama sekali Hulahula ni Ompungsuhutkita

–         ” Bona ni Ari ” terutama sekali Hulahula ni Ompungsuhut ni Amang ( bapa) kita

 

4. Dari pihak Perempuan ( Parboruan ) :

  – ” Hela ” panggilan atau sebutan untuk suami dari Boru atau anak perempuan kita

  – ” Lae ” panggilan untuk kakak atau adik istri kita

  – ” Ito ” panggilan kepada adik perempuan kita

  – ” Amangboru ” panggilan untuk suaminya Ito bapa

  – ” Namboru ” panggilan untuk Itonya bapa atau adik perempuan bapa kita

  – ” Bere ” panggilan Tulang kepada anaknya Amangboru/Namboru.

 

   Tentu masih banyak lagi yang belum tersebutkan, tetapi ini hanyalah gambaran umum yang biasa kita akan sering digunakan dalam bahasa atau panggilan kita sehari-hari di dalam partuturan keluarga besar kita.

   Setelah mendapat perbendaharaan kata ini agar kita dapat dikatakan tidak lagi dapat sebutan ” Dang Maradat ” jadi sebutannya akan berubah kalau kita dapat mengetahui perbendaharaan kata ini dengan sebutan baru yaitu “Maradat do Anak ni si anu “.

 

Responses

  1. saya senang dengan tulisan “GOARGOAR NI PARTUTURAN” ini. Tapi masih perlu disempurnakan lagi isinya. Contohnya : apa berbedaan antara istilah “Lae” dgn “Tunggane” ? Juga belum dijelaskan ttg “Pariban” dan “Ibebere”…. Mohon kpd penulis artikel ini memberi penjelasan atas komentar saya ini.

    terima kasih !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s